Membedakan Cinta dan Suka

Versi printer-friendly
November

Berita Telaga
Edisi No. 15 /Tahun II/ Nopember 2005/


Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK)
Sekretariat: Jl. Cimanuk 58 Malang 65122 Telp./Fax.:0341-493645 Email: telaga@indo.net.id
Website: http://www.telaga.org Pelaksana: Melany N.T., Lilik Suharmini
Account : BCA.KCP Blimbing no. 331-0311277


MEMBEDAKAN CINTA DAN SUKA

Suka dan cinta bukanlah dua perasaan yang berlawanan, sebaliknya, acap kali cinta dan suka merupakan dua perasaan yang berdekatan sebab pada umumnya rasa suka merupakan benih bertunasnya rasa cinta. Kendati keduanya berdekatan, keduanya tidaklah sama. Masalah muncul tatkala kita menyamakan keduanya dan memasuki pernikahan dengan bekal rasa suka-yang kita anggap, cinta. Itu sebabnya penting bagi kita untuk dapat membedakan keduanya. Berikut ini akan diuraikan beberapa perbedaannya.
  • Suka dan cinta berbeda dalam hal pemunculannya. Suka muncul dalam waktu yang singkat sedangkan cinta bertumbuh lewat proses pengenalan yang panjang. Jadi, perasaan yang kita rasakan tatkala bertemu dengan seseorang dan langsung "mencintainya" sebenarnya adalah rasa suka yang kuat.
  • Suka dan cinta berbeda dalam hal kedalamannya. Suka bersifat permukaan; dengan kata lain, kita menyukai apa yang dapat kita lihat atau tangkap dengan pancaindera, misalkan penampilan, gaya bicara, kecocokan minat dan sebagainya. Cinta bersifat lebih dalam; kita mencintai seseorang karena karakternya.
  • Suka dan cinta berbeda dalam hal cakupannya. Suka bersifat sektoral, artinya kita menyukai bagian tertentu dari orang tersebut dan sudah tentu, ada bagian lainnya yang tidak kita sukai. Cinta bersifat utuh dan menyeluruh, artinya kita tetap mencintainya kendati ada hal tentang dirinya yang tidak kita sukai. Cinta dapat menoleransi dan menerima ketidaksempurnaan sedangkan suka berpusat pada apa yang pas dan sesuai di hati.
Berdasarkan perbedaan di atas ini, ada beberapa langkah yang dapat kita ambil agar kita tidak terjebak dalam keputusan keliru akibat rasa suka belaka.
  • Jangan tergesa-gesa dalam menentukan pilihan dengan siapa kita akan menikah. Waktu akan menjernihkan perasaan apakah itu suka atau cinta. Jika perasaan kita bertahan lama dan makin bertumbuh, besar kemungkinan itu adalah cinta.
  • Jangan bersandiwara dan menutupi diri. Keterbukaan akan memperjelas pandangan orang terhadap diri kita sehingga ia dapat melihat bagian yang mungkin tidak disukainya dan menimbang untuk menerimanya atau tidak.
  • Jangan mencurigai rasa suka sebab relasi seharusnya diawali oleh rasa suka meski tidak selalu harus diisi olehnya. Janganlah takut untuk membiarkan diri diuji sebab ujian akan memurnikan rasa suka. Jika ia hilang, memang ia seharusnya lenyap, namun sebaliknya, bila bertahan, itu memperlihat cinta yang tahan uji.
  • Cinta adalah keinginan yang kuat untuk memberi, bukan untuk menerima. Jadi, ukurlah-dengan berjalannya waktu-apakah keinginan untuk berkorban dan memberi bertambah kuat atau melemah. Firman Tuhan berkata, "Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri." (1Kor 13:5) Kalau relasi diikat hanya oleh rasa suka, manfaat untuk diri menjadi titik tolak; sebaliknya, relasi yang didasari oleh kasih akan terus bertumbuh melewati apa yang tidak disukainya.

MENGENAL LEBIH DEKAT

Para pembaca yang dikasihi Tuhan, kini kita akan mengenal satu lagi rekan sekerja yang sudah menjalin kerja sama dengan TELAGA sejak Mei 2003.

Radio yang satu ini letaknya di daerah Manokwari-Papua Radio SWARA KEMENANGAN FM, frekwensi 101 MHz., berada di bawah naungan PT. RADIO SWARA KEMENANGAN. TELAGA disiarkan setiap hari Senin & Selasa pk. 12.00 WIT. Jangkauan siarannya meliputi kota Manokwari, Pulau Numpor kab. Biak, Daerah-daerah pesisir dan pegunungan kab. Manokwari.

DONATUR

PROGRAM TELAGA bisa tetap berjalan, berkat dukungan doa, tenaga dan dana. Pemasukan dari penjualan kaset, CD dan booklet Rp. 3.112.000,-

Pengeluaran TELAGA bulan ini Rp. 4.982.868,-

DOAKANLAH

Para pembaca yang dikasihi Tuhan, mari sisipkan di dalam doa beberapa hal di bawah ini:

  1. Pendistribusian kalender 2006 agar bisa menjadi berkat bagi individu maupun lembaga/gereja yang menerimanya. Doakan juga untuk dana yang dibutuhkan agar Tuhan mencukupkan.
  2. Doakan Sdri. Lortha yang membantu dalam penulisan naskah booklet Telaga, yang rencananya bulan Desember sudah harus diserahkan kepada pihak Metanoia Publishing.
  3. Ibunda dari Ibu Nanik Rahayu sakit di RKZ Malang sejak 18 Nopember yl. mohon dukungan doa.
  4. Seorang pemuda yang bergumul melawan keterikatan masalah pornografi (melalui internet, VCD porno dll.) dan masturbasi, agar Tuhan menolong dia mengatasi kebiasaan tersebut.

TELAGA MENJAWAB

PERTANYAAN:
Bagaimana kalau hanya salah satu dari pasangan suami-istri yang berupaya untuk membuat keluarga harmonis, dapatkah hal itu terwujud ?

JAWABAN:
Jika hanya salah satu dari pasangan yang berusaha (biasanya istri), akan lebih baik daripada tidak ada yang mengusahakan. Minimal sang istri dapat memahami problem keluarganya, dan bisa melakukan apa yang menjadi bagiannya. Walaupun hasilnya sulit diukur, namun minimal bisa membuat istri bertahan dan mengusahakan perubahan. Selain itu, sang istri minimal dapat mendoakan suaminya hingga pada suatu saat Tuhan menggerakkan juga suaminya untuk mau berubah. Jadi, walau hanya satu pihak yang menyadari masalah keluarga dan mau berusaha, akan lebih ada pengharapan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.