Antara Pekerjaan dan Rumah

Versi printer-friendly
Juni

Berita Telaga Edisi No. 22 /Tahun II/ Juni 2006/


Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK) Sekretariat: Jl. Cimanuk 58 Malang 65122 Telp./Fax.:0341-493645 Email: telaga@indo.net.id Website: http://www.telaga.org Pelaksana: Melany N.T., Lilik Suharmini Account : BCA.KCP Blimbing no. 331-0311277


ANTARA PEKERJAAN DAN RUMAH

Ada kalanya pria dan wanita memulai relasi di dalam konteks kehidupan yang serupa. Mereka kuliah di kota dan perguruan tinggi yang sama; beribadah dan melayani di gereja yang sama; bahkan sebagian dari kita bertumbuh besar di lingkungan yang sama. Kesamaan lingkup kehidupan sedikit banyak berpengaruh menyelaraskan kedua diri yang berbeda. Setelah menikah kesamaan makin menipis berhubung mereka dipisahkan oleh tuntutan pekerjaan. Ada yang harus diam di rumah bersama anak dan ada yang bekerja di luar rumah. Kalaupun keduanya bekerja di luar rumah, pada umumnya bekerja di bidang yang berlainan. Ketidaksamaan lingkup pekerjaan pada akhirnya memberi dampak pada kepribadian dan gaya hidup serta komunikasi di antara mereka. Perbedaan berpotensi menciptakan jarak dan untuk menghindarinya kita perlu melakukan beberapa hal berikut ini.

  1. Kita mesti menyadari dampak pekerjaan itu pada diri kita. Sebagai contoh, jika kita mengasuh anak hari lepas hari, mau tidak mau kita harus hidup dengan jadwal anak dan memahami cara hidup anak. Kita harus melonggarkan keteraturan dan bersikap fleksibel terhadap ketidakpastian. Gaya bahasa kita pun mengalami perubahan; misalnya kita menjadi lebih berputar-putar sebab untuk membujuk anak kita perlu berbicara secara tidak langsung. Kadang kita pun bernada memerintah sebab anak memerlukan instruksi. Sebaliknya, bila kita bekerja di lingkup hierarki, kita akan mementingkan aturan dan mata rantai pertanggungjawaban. Kita akan berusaha menyelesaikan pekerjaan sendiri sebelum bertanya kepada atasan. Kita berkomunkasi dengan lebih langsung dan tidak berputar-putar dan dalam bertindak, kita menekankan efisiensi. Semua ini akan berdampak pada diri kita tatkala kita di rumah bersama pasangan.

  2. Kita pun harus menyadari dampak mitra kerja pada diri kita. Pekerjaan tertentu cenderung menyedot orang-orang dengan kepribadian tertentu pula. Akibatnya, makin lama kita bekerja bersama mitra, gaya hidup dan pola pikir kita bukan saja makin serupa tetapi juga makin mengental. Masing-masing memberi sumbangsih yang makin memperkuat karakteristik tertentu itu. Misalkan perkerjaan yang menuntut kepatuhan dan disiplin yang tinggi akan menarik orang yang memiliki kepatuhan dan disiplin yang tinggi. Dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi bila sejumlah orang yang mempunyai kepatuhan dan disiplin tinggi berkumpul hari lepas hari selama bertahun-tahun-mereka akan saling memperkuat kepatuhan dan disiplin yang tinggi.

  3. Kita tidak boleh menuntut pasangan untuk mengadopsi gaya bahasa dan pola hidup kita. Mustahil baginya untuk mengadopsi semua itu sebab ia tidak hidup di dalam dunia kita. Kita mesti menerimanya apa adanya. Jika ia berusaha mengadopsi gaya hidup kita, itu adalah bonus yang kita syukuri, bukan yang kita tuntut.

  4. Jika demikian kondisinya, sebaiknya kita memisahkan gaya hidup dan pola pikir kita di rumah dan di tempat kerja. Tetaplah berkomunikasi dengan gaya lama sebab bukankah gaya lama inilah yang telah mempersatukan kita. Jangan memaksakannya untuk menjadi diri kita.

Firman Tuhan yang mendasari bahasan ini diambil dari Lukas 6:38, "Berilah dan kamu akan diberi".


MENGENAL LEBIH DEKAT

Pepatah mengatakan 'tak kenal maka tak sayang'. Dikenal akan makin disayang bukan begitu para sahabat Telaga? Karena itu kali ini kami akan memperkenalkan Radio Langgadopi FM . yang berada di Tentena - Poso- Sulawesi Tengah Radio Langgadopi FM. adalah Radio yang terbaru, yang bergabung di antara sederetan radio lainnya menyiarkan program acara Telaga. Mengudara dengan frekwensi 101,2 MHz, meliputi seluruh wilayah Danau Poso dan disekitarnya. Acara Telaga disiarkan setiap hari pk. 12.00 Wita.


DONATUR

Terima kasih untuk para donatur yang sudah memberikan sumbangannya, dukungan Anda sungguh sangat berarti untuk pelayanan yang Tuhan sudah percayakan kepada TELAGA. Kiranya nama Tuhan Yesus dipermuliakan melalui pengorbanan Anda semua.

Pemasukan Telaga bulan ini
Royalty Booklet Telaga Rp. 3.259.000,00
Hasil penjualan kaset, CD dan booklet Rp. 1.407.500,00
Total pemasukan sebesar Rp. 4.666.500,00
Pengeluaran TELAGA bulan ini Rp.5.642.907,00

DOAKANLAH

  1. . Bersyukur karena 7 booklet yang tertunda akhirnya dalam bulan Juni 2006 ini sudah bisa diterbitkan.

  2. Kerjasama dengan VISI bookstore berjalan dengan lancar. Doakan agar peralatan yang ada bisa memenuhi pesanan kaset & CD yang diinginkan.

  3. Doakan agar dalam bulan Juli 2006 Telaga bisa memulai kerjasama dengan satu radio di Banyuwangi, Radio Raka FM. Demikian pula ada 2 radio yang sudah ditindaklanjuti namun belum memberikan response, yaitu Radio Dian Mandiri FM di Nias dan Radio Swara Malole FM. di Rote

  4. Doakan untuk seorang ibu yang merindukan kesembuhan untuk putranya yang sudah lama mengalami gangguan kejiwaan, biarlah melalui konsultasi dengan seorang konselor , Tuhan membukakan jalan keluar yang terbaik.


TELAGA MENJAWAB

Tanya: Saya mempunyai seorang anak perempuan (3,5 tahun). Setiap hari saya bersama dengan istri bermain-main dengan dia dan mengajari menggambar maupun memberi warna. Setiap permintaannya selalu saya turuti, bahkan saya sering sekali disuruh mengambilkan sesuatu, jika permintaannya tidak dilakukan atau tidak sesuai dengan yang dia minta, maka reaksinya menangis dan memukul saya. Pertanyaan saya adalah

  1. Bagaimana cara mengembalikan kewibawaan saya sebagai ayah?
  2. Apakah berpengaruh jika anak sering diajak bergurau dengan berlebihan?
  3. Bagaimana cara memperoleh keberhasilan mendidik anak dalam kesehatian suami istri?

Jawab Menanggapi pertanyaan yang Bapak ajukan, maka dapat kami sampaikan sbb: Anak merupakan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, itu berarti kita diberi tanggung jawab dalam mendidik dan mengarahkannya. Bangunlah dasar yang diberikan oleh Tuhan dalam mendidik anak. Beberapa hal yang harus kita ketahui antara lain:

  • Kita harus menyadari bahwa mendidik anak tidak pernah berhenti, mulai sejak anak berada dalam kandungan.
  • Orangtua adalah guru yang sekaligus merupakan teladan bagi si anak.
  • Terapkanlah keseimbangan antara kasih dan disiplin; kasih tanpa disiplin bukanlah kasih, sebaliknya disiplin tanpa kasih adalah hukuman.
  • Di hadapan anak, ayah dan ibu harus mengambil satu keputusan demi kebaikan anak, apabila orangtua berbeda pendapat maka akan membingungkan si anak..
  • Sedapat mungkin jangan bertengkar di depan anak.
  • Jangan membohongi anak, jawablah pertanyaannya dengan jujur.
  • Berikan apa yang wajib diberikan sesuai kebutuhan. Dalam hal anak menangis karena permintaannya tidak dipenuhi, itu memang merupakan "senjata" agar orangtua senantiasa mau menuruti permintaannya. Mulai kecil, anak harus belajar bahwa ada hal-hal yang bisa dituruti, namun ada pula hal-hal yang tidak dapat dituruti. Biarkan dia menangis dan jangan segan apabila anak perlu dimarahi (Amsal 29:17;22:6). Yang penting anak mengetahui bahwa ia dimarahi karena dikasihi bukan karena dibenci.
  • Jangan lupa mengajak anak berdoa sejak kecil, disamping memberi cerita tentang Tuhan, karena ini adalah dasar utama.

RALAT

  1. Berita Telaga Edisi no. 20/April 2006, pada point Mengenal Lebih Dekat; Radio Dahirang City FM seharusnya Radio Bahtera Hayat FM

  2. Pada edisi no 21/Mei 2006, pada point Donatur; NN adalah Pengurus Komisi Misi GKI Ka Im Tong.


BARU TERBIT

Tujuh Booklet Telaga dengan judul sbb:
  1. Mengatasi Konflik dalam Rumah Tangga (BK2- 1)
  2. Hidup dengan Pasangan yang tidak Seiman (BK 2 - 2)
  3. Diakah Pasangan Hidupku ? (BK 2 - 3)
  4. Cinta yang Hilang setelah Pernikahan (BK 2 - 4)
  5. Menabur Penghargaan Menuai CInta (BK 2 - 5)
  6. Abigail Potret Wanita Bijak (BK 2 - 6)
  7. Yonatan Potret Pria Bijak (BK 2 - 7)

Yang berminat bisa menghubungi Literature SAAT Jl. Anggrek Merpati No. 12 Malang; Telp. (0341) 490750