Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are hereTujuan Hidup

Tujuan Hidup


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T319B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 
Salah satu gejala depresi yang berat adalah hilangnya tujuan atau makna hidup. Kita tidak dapat lagi menatap hari depan sebab hari depan kelam tanpa arti, tanpa harapan. Mazmur 8 memberikan pada kita pengertian yang jelas akan tujuan keberadaan kita di bumi ini. Di dalam pemahaman yang jelas ini hidup menjadi kokoh dan kita pun akan dapat melewatinya dengan penuh harapan.
MP3: 
3,4MB
Ringkasan
Isi: 

Salah satu gejala depresi yang berat adalah hilangnya tujuan atau makna hidup. Kita tidak dapat lagi menatap hari depan sebab hari depan kelam tanpa arti. Alhasil harapan pun pupus. Mazmur 8 memberi pengertian yang jelas kepada kita akan tujuan keberadaan kita di bumi ini. Di dalam pemahaman yang jelas ini, hidup menjadi kokoh dan kita pun akan dapat melewatinya dengan penuh harapan.

Mazmur 8:7 mengungkapkan bahwa Tuhan menempatkan kita di bumi ini dan memberi kita kuasa atas segala ciptaan-Nya. Tuhan menjadikan kita penguasa di bumi dalam pengertian Ia memberi kita tanggung jawab penuh atas bumi beserta isinya. Lewat kecerdasan dan hikmat yang dikaruniakan Tuhan, kita mengatur dan mengelola bumi beserta segala isinya dengan sebaik-baiknya.

Wahyu 5:10 memberi kita pengertian yang lebih jelas lagi, “Dan Engkau (Kristus) telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah kita dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." Tuhan adalah Raja di atas segala raja. Ia telah menempatkan kita di bumi bak seorang Maha raja menempatkan salah seorang kepercayaan-Nya menjadi raja di wilayah kekuasaan-Nya.

Wahyu 5:10 juga memperjelas maksud keberadaan kita di bumi yaitu untuk menjadi imam bagi Allah. Fungsi imam sudah tentu adalah menjadi penghubung antara manusia dan Tuhan namun selain dari itu fungsi imam adalah menjadi wakil atau duta Tuhan. Jadi, Tuhan menempatkan kita di bumi agar kita menjadi duta atau utusan-Nya.

Sayangnya sejak dari awal, kita gagal melakukan tugas yang diembankan Tuhan. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa sebab mereka tidak lagi bersedia menjadi raja di bawah Raja di atas segala raja. Dan, mereka pun tidak bersedia menjadi wakil Allah di bumi; sebaliknya, mereka memutuskan hubungan dengan Allah dan tidak mau menjadi duta siapa pun selain diri sendiri.

Kematian dan penebusan Kristus memungkinkan kita untuk kembali menjadi raja dan imam bagi Allah. Pada waktu Ia datang untuk kedua kalinya, itulah yang akan terjadi. Ia akan menyerahkan kembali bumi wilayah kekuasaan-Nya kepada kita untuk dikelola dengan sebaik-baiknya dan kita pun akan kembali menjadi duta Allah di bumi ini.

Berdasarkan pemahaman ini, maka setidaknya ada beberapa pelajaran praktis yang dapat kita tarik:
  1. Apa pun itu yang ditetapkan Tuhan bagi kita, terimalah dan jalanilah dengan penuh tanggung jawab. Tuhan menempatkan kita di dalam ruang kehidupan yang berbeda-beda. Tuhan pun memberi tanggung jawab yang berbeda-beda kepada kita. Namun satu hal yang dituntut-Nya adalah kesetiaan kita melakukan tugas dan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita lalai atau tidak setia karena tidak puas dengan apa yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.
  2. Apa pun itu yang ditetapkan Tuhan bagi kita, lakukanlah sebagai bentuk persembahan ibadah kita kepada-Nya. Kita mesti senantiasa mengaitkan semua yang kita terima dengan Dia yang telah memberikannya kepada kita. Jadi, lakukanlah semua untuk Tuhan dan lakukanlah semua sebagai bentuk hormat kepada-Nya. Akuilah bahwa semua datang dari Dia dan oleh karena itu semua mesti kembali kepada Dia pula.
  3. Terakhir, kita harus mengingat bahwa hidup bukanlah hak, melainkan pemberian Tuhan kepada kita. Kita tidak memunyai hak untuk hidup sebab kita tidak pernah mengusahakan untuk hadir di dunia ini. Kita ada di bumi oleh karena Tuhan membawa kita ke sini. Jadi, kehidupan bukanlah suatu imbalan atas kerja atau usaha kita. Kehidupan merupakan pemberian Tuhan semata. Dan, Tuhan menempatkan kita di bumi dengan tujuan yang jelas—menjadi raja dan imam bagi Allah. OIeh karena itu hidup hanya akan berarti bila kita hidup sesuai garis yang ditetapkan Tuhan bagi kita.