Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are herePerceraian

Perceraian


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T031B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Perceraian merupakan tindakan yang dilarang oleh Tuhan, karena dampak dari perceraian itu sendiri terlalu pahit baik bagi yang melakukannya, bagi pasangannya dan terlebih juga bagi anak-anaknya.

MP3: 
3.26 MB
Ringkasan
Isi: 

Penyebab perceraian dikategorikan dalam beberapa golongan, yaitu:

  1. Kekurangan makanan emosional dalam pernikahan, ibarat pohon yang kurang gizi, kurang dirawat yang akhirnya kering dan mati.

  2. Adanya hama yang menyerang pohon Hama tersebut diilustrasikan sebagai pertengkaran, keributan-keributan keras, masuknya orang lain yang pada akhirnya mengakibatkan pernikahan itu rontok.

  3. Kurangnya pupuk bagi pohon tersebut. Artinya suami-istri hidup mengikuti arus kerutinan hidup, istri sibuk mengurus anak dls, sehingga sedikit waktu yang diberikan bagi pasangan.

Pengaruh perceraian terhadap anak-anak adalah pengaruh negatif: Riset longitudinal yaitu riset yang dilakukan sepanjang waktu tertentu dan waktunya cukup lama (waktu anak masih kecil sampai beberapa tahun kemudian menjadi orang dewasa).
Menghasilkan : bahwa luka-luka yang diderita si anak ternyata dibawa sampai dewasa, kepahitan-kepahitan yang dirasakan dibawa sampai dewasa meskipun perceraian orang tuanya terjadi 10 tahun yang lampau.

  1. Berdampak pada pernikahan anak. Konsep tentang pernikahan itu berpengaruh, bahwa pernikahan itu tidak selama-lamanya dan bisa bercerai, dan sepertinya itu memberikan izin untuk bercerai.

  2. Tanpa disadari perceraian memberikan solusi, jadi orangtua tidak cocok ya bercerai. Akhirnya si anak mengadopsi, akibatnya daya tahan atau daya juang dalam pernikahan kurang atau sangat mengendor.

  3. Secara sosial, kalau orangtua kita, sanak saudara kita tidak ada perceraian, maka kita agak takut mengambil inisiatif bercerai, jangan sampai kita menjadi orang pertama dalam keluarga kita yang bercerai. Kalau orangtua sudah bercerai, sekurang-kurangnya tahu satu hal bawa orang tua kita tidak akan memarahi kita atu tidak berkata apa-apa sebab mereka melakukannya juga.

Tahap perceraian sebagai berikut:

  1. Perceraian emosional, pertengkaran yang terjadi mengakibatkan kematian cinta, dalam pernikahan dan ujungnya adalah perceraian.

  2. Perceraian fisik, tidak lagi tidur bersama akibatnya seks tidak terpenuhi, timbul problem baru yaitu munculnya orang ketiga.

  3. Perceraian geografis, pisah tempat (secara fisik dan emosional dingin) dan hal ini sangat jarang untuk bisa bersatu kembali.

  4. Peceraian total.

Sesungguhnya bagi pasangan yang memiliki hubungan yang jelek tidak berani mengambil keputusan bercerai, karena hal itu sangat menyakitkan. Mereka biasanya akan tetap bertahan. Namun ketika orang ketiga muncul pernikahan itu diancam putus.

Matius 19:6, tetapi Aku berkata: "Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia." Kenapa Tuhan melarang perceraian? Karena Tuhan tahu dampak perceraian itu terlalu pahit, baik pada yang melakukannya, pasangannya maupun anak-anaknya. Yang paling penting kita lakukan adalah ketaatan kepada Tuhan dan hal itu akan mendatangkan berkat.