Selamat Datang |
Follow us on :

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs TELAGA

Loading

You are herePerasaan Bersalah

Perasaan Bersalah


Printer-friendly version
Kode Kaset: 
T099B
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Sikap atau rasa bersalah merupakan sesuatu yang perlu dan harus ada dalam hidup manusia, karena tanpa rasa bersalah manusia itu akan menjadi liar. Namun kalau kadarnya terlalu banyak atau berlebihan maka rasa bersalah itu tidak lagi berfungsi dengan baik, malahan akan menghancurkan pribadi manusia itu.

MP3: 
3.52 MB
Ringkasan
Isi: 

Sikap atau rasa bersalah merupakan sesuatu yang perlu dan harus ada dalam hidup manusia, karena tanpa rasa bersalah manusia itu akan menjadi liar. Namun kalau kadarnya terlalu banyak atau berlebihan maka rasa bersalah itu tidak lagi berfungsi dengan baik, malahan akan menghancurkan si pribadi itu.

Latar belakang yang bisa membuat seseorang punya rasa bersalah berlebihan:

  1. Mereka yang dibesarkan oleh orang tua yang memberikan banyak tuntutan dan larangan. Dalam pertumbuhan, si anak sangat-sangat dibatasi, dikekang, ditakut-takuti dan ditekan oleh tuntutan dan larangan. Kegagalan untuk memenuhi tuntutan dan larangan akan mengundang hukuman dari orang tua sehingga hidup anak benar-benar diperhadapkan terus-menerus dengan ancaman akan dihukum, dan dari pada dihukum si anak terus-menerus dipaksa untuk memenuhi tuntutan dan larangan.

  2. Anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang mudah menyalahkan anak meski tidak memiliki aturan yang jelas. Dalam hal ini orang tua tidak mempunyai aturan-aturan yang jelas, tidak ada kesinambungan atau kekonsistenan, akibatnya anak harus berjaga-jaga supaya tidak dipersalahkan, sebab tidak ada ketentuan yang pasti tentang apa yang benar dan apa yang salah.

  3. Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang bermasalah, misalkan orang tua bertengkar terus-menerus, tidak mempunyai keharmonisan dalam rumah tangga. Anak-anak yang hidup dalam rumah tangga yang seperti ini mereka akan mudah merasa bersalah karena mereka terlalu terpaku pada target membahagiakan orang, jadi anak-anak ini dikendalikan oleh suatu keinginan yang besar untuk membahagiakan orangtuanya.

  4. Pada dasarnya rasa bersalah berlebihan mencerminkan penghargaan diri yang lemah. Rasa bersalah sebetulnya merupakan penghukuman terhadap diri sendiri, orang yang cenderung merasa bersalah, sebetulnya tidak melihat dirinya itu terlalu baik jadi perlu dihukum seberat-beratnya, karena ada rasa tidak suka terhadap diri itu. Dan rasa percaya dirinya juga rendah, tidak melihat dengan positif.

Cara untuk membantu anak agar bisa mengatasi rasa bersalah yang berlebihan adalah:

  1. Kita harus membedakan antara kesalahan dan kondisi. Jadi waktu kita menghadapi suatu peristiwa dan kita merasa bersalah kita tanya, tanyakan apakah ini kesalahan atau ini memang akibat kondisi. Belum tentu musibah itu disebabkan oleh kesalahan kita adakalanya oleh kondisi.

  2. Bedakan antara kesalahan pribadi dan kesalahan orang lain. Ini penting kita harus lihat masalahnya dengan jernih, jangan terburu-buru menyalahkan orang lain atau menyalahkan diri sendiri. Penting bagi kita untuk tenang dan melihat kalau memang ada faktor kesalahan, kalau bukan faktor kondisi, kesalahan siapa? Sayakah atau orang lainkah atau mungkin keduanya.

  3. Kita harus membedakan antara rasa bersalah dan rasa malu. Kadang kita melakukan perbuatan yang memalukan dan ini belum tentu mengandung kesalahan. Misalnya dalam suatu acara makan yang formal, dan sewaktu kita sedang makan karena asyiknya tangan kita menyenggol gelas, gelasnya tumpah. Kita menyalahkan diri, kenapa saya menyenggol gelas. Di situ yang terjadi adalah kita merasa malu karena orang melihat.

  4. Kita perlu membedakan antara kesalahan dan dosa. Kesalahan terhadap orang atau diri sendiri belum tentu merupakan dosa. Kesalahan terhadap orang lain atau pun diri sendiri kita harus bereskan, minta maaf dan ampuni diri. Tetapi kalau menyangkut dosa kita harus mohon pengampunan dari Tuhan.

I Yohanes 1:9, "Jika kita mengaku dosa kita maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."